26 Agustus 2016 15:38:09
Ditulis oleh Admin

Sejarah Desa

Desa, atau udik, menurut definisi "universal", adalah sebuah aglomerasi permukiman di area perdesaan (rural). Di Indonesia, istilah desa adalah pembagian wilayah administratif di Indonesia di bawah kecamatan, yang dipimpin oleh Kepala Desa. Sebuah desa merupakan kumpulan dari beberapa unit permukiman kecil yang disebut kampung (Banten, Jawa Barat) atau dusun (Yogyakarta) atau banjar (Bali) atau jorong (Sumatera Barat). Kepala Desa dapat disebut dengan nama lain misalnya Kepala Kampung atau Petinggi di Kalimantan Timur, Klèbun di Madura, Pambakal di Kalimantan Selatan, dan Kuwu di Cirebon, Hukum Tua di Sulawesi Utara.

Sejak diberlakukannya otonomi daerah Istilah desa dapat disebut dengan nama lain, misalnya di Sumatera Barat disebut dengan istilah nagari, di Aceh dengan istilah gampong, di Papua dan Kutai Barat, Kalimantan Timur disebut dengan istilah kampung. Begitu pula segala istilah dan institusi di desa dapat disebut dengan nama lain sesuai dengan karakteristik adat istiadat desa tersebut. Hal ini merupakan salah satu pengakuan dan penghormatan Pemerintah terhadap asal usul dan adat istiadat setempat.

Setiap desa pasti memiliki sejarahnya masing-masing demikian halnya dengan Desa Ngrejeng. Sejarah asal muasal desa seringkali tertuang dalam dongeng-dongeng yang diwariskan secara turun-temurun dan disampaikan dari mulut kemulut. Sehingga sulit dibuktitakan kebenarannya secara fakta. Desa Ngrejeng berasal dari kata ngences/ngejeng yang berawal dari cerita atau dongeng orang terdahulu. Cerita tentung asal muasal desa Ngrejeng yang paling terkenal adalah pada pertengahan abad 18 paska terjadinya perang pajang yaitu perang besar di tanah Jawa belanda pada masa kesultanan Raja Batu. di utuslah salah satu perwira untuk menjaga bom sebagai senjata perang pada saat itu setelah selesai menjalankan tugas nya kemudian beliau merantau kesebuah dataran tinggi yang berada di sebelah barat daya kota Tuban.Sesampainya di datran tinggi beliau mulai untuk babat hutan atau dalam bahasa jawa Bubak Bumi. Dalam membabat hutan beliau membabat secara diagonal / tidak lurus atau dalam bahasa jawa disebut Ngences/Ngejeng, Konon asal muasal nama Ngrejeng berasal dari kata ngejeng yang berubah pengucapannya menjadi Ngrejeng.Setelah berhasil membabat hutan kemudian beliau membuat sumur untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari dan sumur tersebut dinamai
Sumur Mastoko

(RPJMDesa/2014)



Kategori

Bagikan :

comments powered by Disqus